Wahana Sepeda Gantung Guci, Menikmati Sensasi Bersepeda di Udara Lereng Gunung Slamet

Wahana Sepeda Gantung Guci, Menikmati Sensasi Bersepeda di Udara Lereng Gunung Slamet

410
0
BERBAGI
Wahana sepeda gantung di Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal.

TEGAL, Panturapost.com – Jika Anda pernah merasakan sensasi bersepeda di atas air di sejumlah objek wisata, mungkin tak ada salahnya untuk merasakan wahana yang satu ini. Ya, bersepeda di udara menjadi tantangan baru bagi Anda yang menyukai permainan yang membutuhkan adrenalin.

Lokasi wahana ini tidak jauh, yakni berada di Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal. Siapa yang tak mengenal tempat wisata yng dikenal dengan pemandian air panas ini. Berada di kaki Gunung Slamet, tempat ini kerap menjadi destinasi wisata warga Tegal dan daerah sekitarnya.

Wahana baru yang ini bernama sepeda gantung. Dengan menjajal wahana ini, Anda akan diuji keberaniannya, dan tentunya membuat jantung berdebar lebih kencang. Tak hanya itu, meskipun cukup ekstrem, pengunjung akan dibuat kagum dengan pemandangan alam yang sejuk di perbukitan lereng Gunung Slamet.

Anda juga tak perlu khawatir terjatuh. Sebab, wahana permainan ini sudah dilengkapi dengan keamanan yang standar. Jadi, keselamatan para pengunjung sudah terjamin. Sepeda gantung ini juga bisa dijadikan sarana berfoto untuk mengabadikan momen. Untuk menikmati wahana ini, Anda cukup merogoh kocek Rp 20 ribu per orang.

Wahana sepeda gantung di obyek wisata ini memang sengaja untuk menjadi alternatif bagi pengunjung yang bosan dengan wahana yang sudah ada. Fredi, operator wahana ini mengatakan, sepeda gantung sudah ada satu bulan setengah yang lalu.

“Ini memang memacu adrenalin ya. Karena kita menaiki sepeda yang bisa diayuh di jalan, nah ini coba digantung menggunakan kawat. Kemudian juga menjadi ajang foto foto sebagai kenangan ketika berkunjung di guci.”

Vera, salah seorang pengunjung mengaku baru pertama kalinya menjajal wahana ini. Dia mengaku deg-degan saat pertama kali meluncur di atas tali sepanjang 20 meter.  Namun perasaan takut itu hilang seketika ketika sepeda sudah sampai ke tengah. Karena di situlah, pengunjung bisa berfoto-foto sepuasnya.

“Deg-degan juga sih, takut. Tapi enak. Ya takut ketinggian aja, sekitar sepuluh menit, jalan terus foto foto,” kata Vera, seorang pengunjung asal Pemalang. (Rhn)

LEAVE A REPLY