Ini Delapan Tuntutan Pengunjuk Rasa di Flyover Kretek Paguyangan

Ini Delapan Tuntutan Pengunjuk Rasa di Flyover Kretek Paguyangan

1523
0
BERBAGI
Delapan Tuntutan - Ratusan massa gabungan dari berbagai ormas melakukan aksi unjuk rasa dengan menyampaikan delapan tuntutan. (Foto: Sul/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Ratusan massa dari gabungan berbagai elemen masyarakat melakukan aksi unjuk rasa di atas Flyover Kretek, Senin 20 November 2017. Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menuntut delapan poin terkait FO Kretek, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Kedelapan tuntutan itu yakni :

  1. Segera KNKT umumkan hasil investigasi yang telah dilakukan ke FO Kretek.
  2. Kementerian Perhubungan segera memasang rambu dan kamera CCTV.
  3. Membuka kembali jalur bawah FO.
  4. Selesaikan pembangunan Flyover untuk tanah-tanah yang telah dibebaskan.
  5. PT KAI harus bertanggungjawab bayar upah penjaga palang pintu.
  6. Kementerian PUPR secepatnya kaji ulang Flyover Kretek.
  7. Korlantas tegakkan hukum bagi pelanggar.
  8. Bangun jalur penyelamat bagi kendaraan rem blong.

Sementara Kepala Urusan Tata Usaha Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Tengah Direktorat Jenderal Bina Marga, Lindung Simbolon yang hadir dalam aksi telah mengusulkan kepada Kementerian PUPR terkait pelurusan dan pelebaran jalan.

“Bahwa kami melihatnya kan pelurusan jalan. Itu yang akan kami usulkan ke pusat (Kemen PUPR) supaya segera ada penanganan di tahun anggaran berikutnya. Termasuk pelebaran jalan dalam bentuk usulan,” katanya.

Untuk kekurangan rambu-rambu, kata dia sudah dan akan semakin dilengkapi. Misalkan Dinas Perhubungan (Dishub) memasang seperti marka kejut dan traffic cone.

“Rambu awas bahaya dengan ukuran 0,75 x 1,5 memanjang ke bawah akan kami buatkan dan akan dipasang di jalur penurunan. Termasuk pembatas jalan yang rusak karena ditabrak truk secepat mungkin aka diperbaiki,” jelasnya.

Kapolres Brebes AKBP Sugiarto mengatakan, kebanyakan penyebab kecelakaan di flyover karena perilaku pengemudi. Pihak polres, kata dia, juga sudah berupaya melengkapi rambu dengan pemasangan traffic cone.

“Kita sudah pasangi rambu-rambu dilarang mendahului, kalau memang masih melanggar kita tindak tilang. Karena pada prinsipnya kecelakaan didahului oleh pelanggaran,” ujarnya. (sul)

LEAVE A REPLY