Polisi di Brebes Ramai-ramai Borong Bawang Merah dari Petani

Polisi di Brebes Ramai-ramai Borong Bawang Merah dari Petani

485
1
BERBAGI
Polisi borong bawang merah di petani. (Foto Frasta Fadillah/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Anjloknya harga bawang di Kabupaten Brebes akhir-akhir ini membuat sejumlah petani bawang melakukan unjuk rasa beberapa waktu lalu di kantor Bupati. Harga bawang di tingkat petani merosot hingga Rp 5.000 rupiah per kilogram.

Hal tersebut disikapi nyata oleh anggota Kepolisian Resor Brebes dengan memborong bawang langsung dari petani. Kapolres Brebes memerintahkan jajaran Kapolsek dengan wilayah penghasil bawang merah untuk melakukan aksi borong bawang itu.

Begitu mendapatkan perintah, Minggu siang 31 Desember 2017, Kapolsek Bulakamba AKP Harti terjun ke lapangan untuk mencari petani bawang. ” Kita langsung turun untuk mencari petani bawangnya,” jelas Harti.

Setiap petani bawang, Harti menjelaskan masing-masing dibeli 10 kilogram. “Tadi sudah kita datangi 15 petani di rumahnya, masing-masing 10 kg dengan harga per kilonya kita bayar 10 ribu,” jelasnya.

Selain Kapolsek Bulakamba, Kapolsek Jatibarang AKP Mulyono juga ikut memborong bawang merah.  Dia dan jajarannya memborong bawang merah dari petani seharga Rp 15 ribu per kilogram. “Ini untuk meringankan beban para petani,” ungkapnya.

Aksi borong bawang ini disambut baik oleh para petani. Salah satu pemilik bawang Sakur (45) mengaku senang bawangnya dibeli oleh anggota kepolisian. “Terimakasih untuk polisi yang sudah mborong bawangnya, dengan harga 10 ribu lebih baik dari pada saat ini,” katanya.

Sakur dan petani lainnya berharap, pemerintah lebih memperhatikan petani bawang, karena bawang merah merupakan ciri khas dari Kabupaten Brebes. “Tolong harga pupuk juga distabilkan, jadi kita tidak sulit untuk mendapatkan dengan harga murah,” tambah Sakur. (Fst)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY