Ki Enthus Susmono, Sosok Langka Itu Telah Pergi…

Ki Enthus Susmono, Sosok Langka Itu Telah Pergi…

232
0
BERBAGI

TEGAL – Bupati Tegal Enthus Seosmono meninggal dunia pada Senin (14/5) malam. Kabar itu membuat masyarakat kaget dan setengah tidak percaya. Bagaimana tidak, Enthus merupakan sosok yang langka. Kreativitasnya dalam mementaskan wayang bisa dibilang di atas rata-rata.

Semasa hidup, Enthus memang dikenal sebagai dalang nyentrik oleh rekan seniman. Saat berkarya sebagai dalang,dia selalu penuh inovasi.

Seperti penuturan penyanyi Endah Laras. Menurut Endah, Enthus adalah seorang dalang yang baik kepribadiannya. “Yang paling berkesan (pribadinya) tegas, disiplin, dan tidak meninggalkan rasa welas asih,” katanya, Selasa (15/5).

Enthus juga disebut orang yang teliti dan memperhatikan detail dalam mengajarkan ilmu sinden. Ia selalu memperhatikan bagian dalam teknik volak ketika mengajar.

Baca juga: Ki Bonggol Gurunya Ki Enthus: Generasi Terakhir Dalang Pembuat Wayang Golek

“Bos (Enthus) itu penuh inovasi. Tentang bagaimana (mengatur) teknik vokal suara satu, suara dua. Layer-layer. Tidak yang sindenan tradisional, dia bebas,” jelas Endah.

Enthus bukanlah seorang yang kaku ketika mengajarkan ilmu. Menurut dia, pribadi Enthus justru lebih inovatif dengan menggabungkan berbagai unsur kesenian selain Jawa.

“Saya jadi sindennya Satria Laras. Dan di situ diberi ruang gerak untuk saya. Tidak hanya menyinden Jawa, tapi tradisi Nusantara juga harus dikuasai,” kata Endah.

Ia menuturkan, terakhir berpentas bersama Enthus pada 2017 lalu, yakni saat mengisi acara Ramadhan di stasiun televisi swasta nasional. Dia yang diminta oleh Enthus sebagai kepala sinden dan keduanya mengisi acara itu selama satu bulan.

Baca juga: Perkenalkan.. Inilah Ki Bonggol, Gurunya Dalang Kondang Ki Enthus Susmono

“Terakhir kita mengisi acara di televisi swasta. Dan sangat berkesan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Endah mengaku sangat berduka dengan meninggalnya Enthus. Bersama-sama dengan Enthus, Endah belajar berkesenian sejak 2006 hingga 2012.

“Saya merasa kehilangan. Sosok seorang guru yang menggembleng saya. Sosok yang care dengan seluruh sindennya,” ujar dia.

Enthus juga berjasa membangun rumah dan sanggar Endah. Berkat pemikiran Enthus pulalah, kini tempat tersebut masih tetap aktif berkesenian.

“Kalau boleh jujur, rumah saya yang di Panembahan itu ketika saya ikut bos (Enthus). Ketika bos datang ke kontrakan saya. ‘Koe sesuk kudu tuku iki. Kamu ikut saya, kamu harus bisa’,” ungkap Endah mengenang.

Selang kurang dari satu tahun, berkat semangat Enthus, rumah itu pun dapat dimilikinya. Hingga pada puncaknya, ia bersama Satria Laras mampu melakukan pertunjukan ke luar negeri.

“Beliau pertama kali yang mengajak saya mentas ke Perancis, Belgia, dan Hongkong. Beliau yang pertama memberikan kesempatan kepada saya,” ujar Endah.

Hal yang sama juga diungkapkan Budayawan Tegal, Atmo Tan Sidik. Dia mengungkapkan, selama mengenal Enthus sejak 1986, dia mengaku langsung kagum dengan kemampuannya. Saat menjabat Kepala Desa Pakijangan Brebes, Atmo bahkan nanggap wayang Enthus hingga 6 kali.

Menurut Atmo, Enthus adalah manusia yang langka. Hingga kini, belum ada sosok yang bisa menggantikan dia. “Saya rasa belum ada penggantinya. Sangat sulit mencari sosok seperti Ki Enthus,” katanya. (Reza/Irsyam)

 

LEAVE A REPLY