Sering Dipakai untuk Mesum, Enam Rumah di Pekalongan Disegel

Sering Dipakai untuk Mesum, Enam Rumah di Pekalongan Disegel

769
0
BERBAGI
Petugas menyegel rumah yang diduga digunakan untuk mesum. (Foto: Tribratanewspekalongankota.com)

PEKALONGAN, Panturapost.com   Petugas Tim Gabungan dari Polres Pekalongan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekalongan menyegel enam rumah di Kelurahan Panjang Wetan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kamis, 1 Desember 2016. Enam rumah yang semuanya berada di RW 13 tersebut diduga sering digunakan untuk berbuat mesum.

Keenam rumah tersebut tersebar di RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04. Kepala Satpol PP Kota Pekalongan Yos Rosyidi menjelaskan, penyegelan rumah-rumah tersebut sebagai tindak lanjut dari laporan masyarakat RW13 yang disampaikan pada acara ”Alex-Sae Mendengar” beberapa waktu lalu.

”Ada pengaduan dari masyarakat di RW 13 bahwa rumah-rumah di gang Krakalan disewakan untuk kegiatan asusila. Selain itu, warga juga keberatan atas keberadaan kafe liar yang digunakan untuk karaoke dan menjual minuman keras,” terangnya.

Menurut dia, Satpol PP sudah sering melakukan operasi di rumah-rumah tersebut. Namun para pemilik rumah selalu mengelabui petugas. ”Pemilik rumah selalu pandai bisa menyembunyikan diri. Saat operasi, rumah kosong,” sambungnya.

Lantaran keberatan, masyarakat menggelar rapat yang memutuskan rumah-rumah tersebut ditutup. Sebab, hal itu melanggar pasal 14 Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2013 tentang Ketertiban Umum. ”Apabila tetap melanggar, mereka akan dikenai sanksi pidana kurungan 3 bulan atau denda Rp 50 juta,” tegasnya.

Pada operasi tersebut, enam rumah ditempeli stiker yang bertuliskan ”Pelanggaran pasal 14 Perda Nomor 5 Tahun 2013”. Setelah disegel, semua penghuni atau pemilik rumah dilarang menyewakan kamar kepada perempuan dan laki-laki untuk melakukan perbuatan yang melanggar kesusilaan.

Sejumlah pemilik rumah pun mengaku menyewakan kamar untuk pasangan tidak sah. ”Biasanya orangnya datang ke sini, tanya ada persewaan kamar atau tidak,” kata Misma, salah seorang pemilik rumah. Namun, Misma mengaku tidak pernah memasukkan pasangan remaja. ”Paling teman-teman suami saya,” sambungnya.

Misma tidak menerapkan tarif khusus kepada penyewa kamarnya. Yaitu sekitar Rp 15.000 hingga Rp 20.000. Sementara itu, pemilik rumah lainnya, Sugeng Mujiharto mengaku tetap akan menerima tamu yang akan menyewa kamar di rumahnya. (Rhn/Tribratanewspekalongankota.com)

LEAVE A REPLY