Suasana Balaikota Pekalongan Sebelum Walikota Alex Meninggal Dunia

Suasana Balaikota Pekalongan Sebelum Walikota Alex Meninggal Dunia

322
0
BERBAGI
Kantor Walikota Pekalongan. (Raihan/Panturapost,com)

PEKALONGAN – Siang itu sekitar pukul 13.30, seorang pegawai perempuan di Balaikota Pekalongan berlari kecil. Sambil menempelkan telepon genggam di telinga, wajahnya tampak cemas dan panik. Beberapa kali dia menyebut nama Pak Alex (Sapaan akrab Wali Kota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid) dengan seseorang di seberang sana.

Ia lalu memanggil pegawai lainnya untuk mengantarkannya. “Ayo Pak Alex dibawa ambulan ke rumah sakit,” kata pegawai perempuan itu. Keduanya lalu bergegas keluar kompleks balaikota pekalongan yang sudah mulai sepi itu.

Dua jam setelahnya, tersiar kabar jika Walikota yang baru menjabat  1,5 tahun itu meninggal dunia. Dia menghembuskan nafas terakhir di RSUD Bendan Kota Pekalongan sekitar pukul 15.30 WIB. “Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun telah meninggal dunia Wali Kota Pekalonga Achmad Alf Arslan Djunaid,” tulis sebuah pesan di sejumlah grup whatsapp.

$
Jenazah Walikota Pekalongan Achmad Alf Arslan Djunaid. (Foto: Istimewa)

Sore itu juga jenazah alex langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Toba, Kelurahan Kauman, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan. Ratusan pelayat berbondong-bondong datang memberi penghormatan terakhir kepada orang nomor satu di Kota Pekalongan itu. Tak sedikit yang menangisi kepergiannya.

Menurut dokter yang menangani Alex sebelum meninggal, Kukuh Subekti mengungkapkan, ada dua kemungkinan yang dialami Alex. Yakni karena terjadi sumbatan di jantung koroner. Kemungkinan kedua karena sumbatan pada pembuluh darah di otak.

“Kalau meninggal mendadak kemungkinannya dua itu,” kata Kukuh yang turut terlibat dalam penanganan Alex ketika di rumah sakit. (Tempo)

LEAVE A REPLY