Cerita Kelam di Balik Insiden Istri Disayat Suami di Pemaron Brebes

Cerita Kelam di Balik Insiden Istri Disayat Suami di Pemaron Brebes

1945
0
BERBAGI

BREBES, Panturapost.com – Seorang ibu rumah tangga di Brebes menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Korban bernama Devi, 20 tahun, warga Desa Pemaron Brebes wajahnya disayat suaminya sendiri, Nur Amali, 23 tahun hingga mengucurkan darah.

Informasi yang dihimpun Panturapost.com menyebutkan, penyayatan ini dipicu oleh ketidakcocokan antara keduanya. Devi merasa selama ini diperlakukan tidak adil oleh suaminya. Hingga akhirnya dia berkeinginan menggugat cerai Nur.

Namun, permintaan Devi membuat suaminya berang. Pada Kamis siang, 16 November 2017 sekitar pukul 12.00 WIB, keduanya bertemu di jalan dekat Balaidesa Pemaron untuk membicarakan rencana itu.

“Saat ketemu itu, mereka sempat cekcok sebelum akhirnya si suaminya itu menyayat wajah istrinya sendiri dengan pisau kecil (cutter). Istrinya berontak dab berusaha meraih pisau tapi kena tangan dan terluka,” jelas Suwarto, salah seorang perangkat desa setempat yang saat itu berada di lokasi.

Nur Amali ketika itu berusaha kabur tapi sudah keburu ditangkap warga setempat. Hingga saat ini, baik korban maupun pelaku sedang mendapatkan perawatan di RSUD Brebes. Keduanya belum bisa dimintai keterangan.

Orang tua korban mengungkapkan, anaknya sering bercerita kalau sudah tidak kuat hidup bersama suaminya. Pernah suatu ketika anaknya ditampar gara-gara menasehati suaminya untuk mencari pekerjaan. “Menantu saya kan selama ini kan tidak bekerja, jadi wajar kan anak saya sebagai istri minta dia cari pekerjaan,” ungkap ayah korban, Triyo Mardiyanto, 50.

Terakhir, pada Selasa malam, Nur Amali tiba-tiba melempar rumah mertuanya dengan batu. Esoknya dia mengakui bahwa dialah pelaku pelemparan itu. “Katanya lewat sms, baru dilempar batu saja sudah pada ribut, belum kalau saya bakar rumah ini,” ujar dia.

Saat ini pihak keluarga sudah melaporkam kejadian ini ke pihak kepolisian. Dia berharap, pelaku bisa ditangkap dan dihukum sesuai dengan perbuatannya. “Kasihan anak saya,” kata Rahayu, ibu korban.

Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuam dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes akan mengawal kasus ini. Kepala BidangĀ Perlindungan Perempuam dan Anak (PPA) DP3KB Brebes, Rini Pujiastuti mengaku sudah mendatangi korban maupun pelaku. “Semestinya kasus ini harus diprosea sesuai dengan Undang-undang yang berlaku,” katanya. (Mif)

 

LEAVE A REPLY