Pria Asal Panggung Tegal Ini Diduga Aniaya Istrinya Hingga Terluka

Pria Asal Panggung Tegal Ini Diduga Aniaya Istrinya Hingga Terluka

319
0
BERBAGI
ilustrasi penganiayaan. (foto: Istimewa)

TEGAL, Panturapost.com – Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi di Kelurahan Panggung Kota Tegal. Seorang suami diduga tega menganiaya istrinya sendiri hingga mengalami luka lebam. Selasa sore, 21 November 2017, Siti, Sang istri melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Polres Tegal Kota.

Menurut Siti, penganiayaan yang dilakukan suaminya Ade Agung tidak dilakukan hanya sekali. Dalam sebulan terakhir ini, beberapa kali menerima pukulan karena dianggap tidak menurut.  Terakhir, pemukulan itu terjadi pada Senin, 20 November 2017.

Saat itu, Ade menegur dan marah marah kepada korban karena helm miliknya basah kehujanan. Pelaku pun langsung menampar dan memukul korban di bagian kepala, bahu dan bagian perut hingga mengalami luka memar. Bahkan, warga yang hendak menolong korban pun sempat diancam pelaku dengan menggunakan palu.

Ade saat ini sudah diamankan oleh polisi. Kepada polisi, Ade mengaku lupa apa yang telah diperbuat kepada istrinya. Dia hanya mengungkapkan kalau istrinya tidak menuruti perintahnya.

“Kebetulan pas lupa jadinya saya marah. Gimana sih. Mungkin capek pak, saya kerja dari jam delapan sampai jam Sembilan. Istri mungkin karena tasnya gak dibawa, di neneknya, dititipin,” katanya

Kasat Reskrim Polresta Tegal, AKP Agustinus David, mengungkapkan kronologi peristiwa itu saat pelaku menegur istrinya karena tidak mengindahkan perintahnya. Misalnya saat diperintah menaruh barang seperti helm, Siti tidak menurut.

“Suami lalu menganiaya memukul dan mengancam. Banyak lukanya sekitar lengan punggung, lebam lebam. Sementara keterangan dari istrinya saja. Untuk anaknya kita anjurkan periksakan juga,” kata Agustinus.

Sejumlah barang bukti yang diamankan polisi di antaranya dua pisau dapur, satu pisau daging, palu, dua batang kayu. Kepolisian berencana akan memeriksaan kejiwaan pelaku karena saat dimintai keterangan sering ngelantur. Polisi juga akan memeriksakan anak korban untuk mengetahui apakah juga menjadi korban penganiayaan atau tidak.

Atas perbuatannya, tersangka  dijerat pasal 44 ayat 1 undang undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga. Ancaman hukumannya paling lama lima tahun penjara. (Rhn)

LEAVE A REPLY