Tangis Haru Ratusan Mahasiswa UMUS Ingin Pelawak Qomar Kembali Jadi Rektor

Tangis Haru Ratusan Mahasiswa UMUS Ingin Pelawak Qomar Kembali Jadi Rektor

786
0
BERBAGI
Sejumlah mahasiswi menangis meminta Nurul Qomar kembali memimpin Kampus UMUS Brebes, Rabu, 29 November 2017. (Foto: Raihan/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) Brebes akhirnya bisa bertemu langsung dengan Nurul Qomar. Pertemuan berlangsung di Gedung Pertemuan kampus tersebut Rabu, 29 November 2017.

Dalam kesempatan itu, hadir juga Muhadi, Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi dan sejumlah wakil rektor. Awalnya, pertemuan berlangsung kondusif. Muhadi selaku ketua Yayasan menyampaikan Qomar kini telah kembali ke UMUS. “Pak Qomar akan kembali lagi bersama kita semua,” kata Muhadi di hadapan ratusan mahasiswa.

Dia berharap, dengan kembalinya pelawak yang juga aktor kawakan tersebut, mahasiswa yang sempat mogok belajar bisa kembali beraktivitas seperti biasanya. Pasalnya, selama sepekan terakhir, suasana kampus lumpuh total. “Mulai besok, silakan kalian datang ke kampus, belajar lagi,” ungkap Muhadi.

Senada dengan Muhadi, Qomar juga meminta mahasiswa melupakan masalah selama ini. Dia berjanji akan mengawal kampus yang terletak di pinggir Jalan Pantura Brebes itu sampai proses akreditasi selesai. “Saya kembali ke sini, saya pulang ke sini untuk bersama-sama membangun kampus ini,” kata dia sambil terisak.

Namun, mahasiswa mengaku masih belum puas dengan pernyataan Qomar maupun Muhadi. Mereka menginginkan kejelasan informasi apakah Qomar kembali jadi rektor atau tidak. “Kami ingin ketegasan dari yayasan, Pak Qomar kembali ke sini sebagai apa?.” kata Edi Nurjaya, salah seorang mahasiswa.

Menjawab pertanyaan mahasiswa, Muhadi menjelaskan, bahwa keputusan yayasan sudah tidak bisa diganggu gugat. Berdasarkan rapat senat, Yayasan telah menunjuk Maksori, sebagai pelaksana tugas rektor menggantikan Qomar. “Ini juga sesuai rekomendasi dari Pak Qomar,” jelas Muhadi.

Namun, mahasiswa tetap tidak menerima alasan tersebut dan meminta Yayasan kembali menerima Qomar sebagai rektor. Sebab, hingga saat ini, pihak yayasan belum mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Qomar. Qomar pun membenarkan hal tersebut.

“Pak Muhadi memang sudah menerima surat pengunduran diri saya. Tapi baru secara lisan, belum secara tertulis,” kata Qomar yang disambut tepuk tangan ratusan mahasiswa.

Qomar melanjutkan, dia pun bersedia jika mahasiswa menginginkan dirinya menjadi rektor. Asalkan, harus dari persetujuan yayasan. “Saya bersedia melanjutkan kembali tugas-tugas saya sebagai rektor. Saya masih punya impian membangun kampus ini menjadi kampus unggulan,” ungkapnya.

Tapi, Muhadi selaku ketua yayasan tetap pada keputusannya. Muhadi menjelaskan, berdasarkan konsultasi dengan Kopertis VI di Semarang, syarat menjadi rektor harus lulusan S3 atau doktor. “Sedangkan Pak Qomar hingga saat ini belum selesai menempuh doktor,” ungkapnya.

Sikap Muhadi disambut protes mahasiswa. Mereka menilai alasan Muhadi tak masuk akal. Sebab, di daerah lain ada kampus yang rektornya hanya lulusan S2. “Di Pekalongan ada kampus yang rektornya S2,” kata salah seorang mahasiswi.

Dalam situasi itu, Qomar mencoba menengahi dengan mengusulkan pihak yayasan mendatangkan kopertis untuk duduk bersama membahas persoalan ini di UMUS. “Nanti biar pihak kopertis yang menjelaskan,” katanya.

Setelah usulan itu, Muhadi dan sejumlah wakil rektor pergi meninggalkan ruangan. Di saat yang sama, mahasiswa mencoba menahan Qomar agar tetap bersama mereka. Mereka menangis histeris. Bahkan ada dua mahasiswi yang pingsan hingga teriak-teriak seperti orang kesurupan. Mereka tetap menginginkan Qomar kembali menjadi rektor. (Rhn)

 

LEAVE A REPLY