Cuaca Ekstrem, Nelayan Tegal Nekat Melaut

Cuaca Ekstrem, Nelayan Tegal Nekat Melaut

495
0
BERBAGI
Ilustrasi kapal nelayan tenggelam. (Foto: Riaunesia.com)

TEGAL, Panturapost.com – Cuaca ekstrem yang sedang terjadi di laut jawa tak membuat puluhan nelayan di Pelabuhan Muarareja, Kota Tegal berhenti beraktivitas. Mereka nekat tetap berangkat melaut untuk mengais rezeki.

Padahal Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tegal memprediksi tinggi gelombang di Laut Jawa sekitar 2,5-4 meter, selama dua hari ini 1-2 Desember 2017. Kondisi itu karena dampak adanya Siklon Tropis Dahlia di Samudra Hindia Selatan Jawa Barat. “Peningkatan kecepatan angin hingga 46 kilometer per jam. Dampaknya sampai ke laut jawa,” kata Prakirawan BMKG Stasiun Tegal, Hendy Andiyanto, Jumat, 1 Desember 2017.

Dengan demikian, BMKG mengimbau kepada nelayan di sekitar laut Jawa untuk tetap waspada. Begitu juga bagi masyarakat di sekitar pesisir juga diimbau untuk berhati-hati. “Diharapkan untuk tidak beraktifitas di sekitar pesisir pantai,” katanya.

Ketua Paguyuban Nelayan Muarareja Mina Citra Abadi, Suhari, mengungkapkan meski cuaca ekstrem, para nelayan tetap berangkat. Nelayan yang sudah berangkat adalah mereka yang sudah terlanjur menyiapkan perbekalan. Dia sendiri sebenarnya akan berangkat hari ini, tapi ditunda besok. “Ini teman-teman sudah ada yang berangkat melaut,” kata dia.

Menurut Suhari, dari 20 anggota paguyuban, yang tidak melaut hanya satu sampai tiga orang. Nelayan setempat biasanya menggunakan kapal dengan ukuran antara 4-10 Gross Tonage (GT). Mereka melaut hingga jarak sekitar 5-10 mil dari bibir pantai. “Kalau menurut saya kondisi saat ini masih bisa untuk melaut. Tapi memang ada beberapa satu – tiga nelayan yang tidak melaut,” kata dia.

Salah satu nelayan yang urung untuk berangkat adalah Kadam, 42 tahun. Dia seharusnya berangkat melaut kemarin. Namun, lantaran cuaca yang ekstrem akhirnya tak jadi berangkat. “Hari ini gelombang masih tinggi sampai dua meter. Mau berangkat gak jadi,” katanya.

Kadam biasanya berangkat dengan menggunakan kapal berukuran 10 GT selama sehari. Dia sendiri berencana mencari ikan-ikan kecil dan rajungan. Dia khawatir akan terjadi apa-apa jika memaksakan diri berangkat melaut hari ini. “Mending menunggu cuaca stabil,” ujarnya. (Rhn)

LEAVE A REPLY