Aktivis Buruh Migran Sebut Korban Penipuan Pengiriman TKI Jepang di Brebes Mencapai...

Aktivis Buruh Migran Sebut Korban Penipuan Pengiriman TKI Jepang di Brebes Mencapai 80 Orang

592
0
BERBAGI
Jamaludin Suryahadikusuma. (Foto Raihan/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Kasus dugaan penipuan berkedok lembaga pelatihan yang memberangkatkan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Jepang di Brebes terbongkar. Belasan pemuda dari Kecamatan Losari ramai-ramai melaporkan pengelola lembaga pelatihan ke Polres Brebes, Senin, 4 Desember 2017.

Menurut, aktivis buruh migran Jamaludin Suryahadikusuma, yang mengadvokasi para korban mengungkapkan korban penipuan mencapai 80 orang. Selain dari Brebes ada juga dari Cilacap dan Indramayu, Jawa Barat.

“Kebanyakan dari Brebes ada 30 orang. Mereka membayar rata-rata per orang Rp 70- Rp 90 juta. Bahkan ada yang sampai Rp 100 juta,” katanya saat mendampingi korban di Mapolres Brebes, Senin.

Menurutnya, pemberangkatan yang dilakukan oleh lembaga pelatihan itu sudah tidak sesuai dengan prosedur. Misalnya sebelum berangkat calon TKI seharusnya menandatangani kontrak, tetapi itu tidak dilakukan. Visa paspor calon TKI juga bukan visa kerja, tetapi visa kunjungan.

Baca juga:  Sudah Bayar Puluhan Juta, Puluhan Warga Losari Brebes Batal Bekerja di Jepang

“Apalagi izin operasional lembaga tersebut hanya di Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten. Seharusnya dia punya izin dari Dirjen Binalattas (Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas) kemenaker. Tapi saya cek tidak ada,” katanya.

Menurut korban, Azka Abdillah, 21 tahun, dia dan teman-temannya dijanjikan bekerja di Jepang dengan gaji minimal Rp 30 juta per bulan. Tapi pada kenyataannya, janji-janji itu palsu. Dia bahkan sempat terbang ke Jepang langsung dideportasi begitu sampai di Bandara di Tokyo. “Kita sudah keluar duit di atas 70 juta,” kata Azka Abdillah, salah seorang korban.

Kasus ini saat ini sedang ditangani kepolisian. Adapun pihak terlapor saat ini belum bisa dimintai konfirmasi. (Rhn)

LEAVE A REPLY