Bayi di Brebes Telantar Hingga Meninggal, Kepala Puskesmas Salahkan Ibu Bayi

Bayi di Brebes Telantar Hingga Meninggal, Kepala Puskesmas Salahkan Ibu Bayi

5515
1
BERBAGI
Kepala Puskesmas Sidamulya drg Arlinda Rosmelani

BREBES, Panturapost.com – Kasus kematian bayi Icha Selfia, di Sidamulya, Brebes yang diduga karena tidak dirawat di Puskesmas menjadi perhatian banyak pihak. Termasuk Bupati Brebes Idza Priyanti, Selasa, 12 Desember 2017, menggelar inspeksi mendadak (Sidak) ke puskesmas yang berada di Kecamatan Wanasari tersebut.

Kepala Puskesmas Sidamulya, dr. Arlinda Rosmelani membantah pihaknya telah menelantarkan pasien. Dia menampik anak buahnya menolak mengangani bayi yang sedang sakit. “Saya tegaskan lagi, tidak ada penolakan. Ibu pasien datang dengan raut wajah yang tidak panik. Jadi kami tidak melihat ada kegawatan, seperti rawat jalan biasa,” jelas dia.

Menurutnya, peristiwa ini bukanlah murni kesalahan puskesmas. Tapi juga kesalahan ibu pasien. Sebab, saat datang ke puskesmas, ibu bayi tidak membawa satu pun kelengkapan administrasi. Padahal prosedurnya, pihak puskesmas butuh entri data pasien ke dalam sistem informasi daerah (SIDA).

Dia mengatakan, pasien tersebut sudah berpuluh-pulun kali datang ke sini (Puskesmas), dan selalu layani. Pihak puskesmas juga selalu ingatkan pasien harus bawa administrasi seperti KK (kartu keluarga). “Karena saat itu tidak bawa, petugas kami minta dia ambil.Tapi dia tidak balik lagi. Nah di situlah Miss-nya,” ujar dia.

Kendati demikian, dia mengakui ada kesalahan pada petugasnya. Seharusnya, kata dia, semua pasien sakit yang datang ke puskesmas harus dilayani dengan baik. “Memang kesalahan kami petugas di bagian depan tidak ada tenaga medis, jadi tidak bisa mendeteksi. Paling tidak ada tenaga rekam medis,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Icha yang merupakan anak bungsu dari Emiti, 32 tahun, meninggal pada Minggu, 10 Desember 2017 pukul 10.00 WIB. Bayi berusia tujuh bulan itu tak bisa diselamatkan karena tidak  mendapatkan penanganan medis.

Emiti datang ke puskesmas pada Sabtu sekitar pukul 10.00 WIB. Dia berjalan kaki dari rumah menuju puskesmas sambil membawa anak bungsunya yang sakit muntah dan berak. Jarak dari rumah ke puskesmas sekitar 1,5 kilometer. “Sampai sana saya tidak dilayani karena tidak bawa administrasi. Padahal saya bawa KTP sama kartu jamkesmas punya saya,” katanya. (Rhn).

1 KOMENTAR

  1. Mosok kalah sama prosedur. Apalagi ibunya sudah sering ke Puskesmas tsb dan bawa KTP dan Jankesmas, mosok hanya kurang KK aja malah disuruh pulang bukannya anaknya diperiksa dahulu. Ini Puskesmas mau menyelamatkan atau ‘membuhuh’ orang?

LEAVE A REPLY