Satu Positif, Dinkes Batang Tetapkan Status Waspada Dini Pencegahan Difteri

Satu Positif, Dinkes Batang Tetapkan Status Waspada Dini Pencegahan Difteri

154
0
BERBAGI
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dr, Hidayah Basbeth di dampingi Kabag Humas Setda Batang Triossy Juniarto saat Konfrensi Pers (panturapost.com/nugroho/humas pemkab batang)

BREBES, Panturapost.com – Kasus Difteri yang di derita warga Batang KS jenis kelamian perempuan ( 6 th ) dari Desa Banyuputih, yang sekarang masih diruang isolasi Rumah Sakit Karyadi Semarang dengan diagonas Tonsilitis difteri (Difteri Ringan), sehingga Pemerintah Kabupaten Batang hanya menetapkan status waspada dini .

“ Penderita masuk tanggal 12/12 positif difteria ringan, yang sekarang masih dalam  ruang isolasi dan mendapat imunisasi secara lengkap,  dokter merawat berkeyakinan selamat dengan mematikan kuman difterinya yang kuarang lebih sampai dua minggu,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr. Hidayah Basbeth kemarin.

Ia juga mengatakan, untuk penderita difteri di Batang ada dua, namun penderita kedua HA  jenis kelamian Laki – laki (14 th) dari Gringsing difterinya negatif, dan sekarang masih di rawat di Rumah Sakit Tugu Rejo Semarang.

“Di temukanya  Positif Difteri ringan ini Pemkab Batang menindaklanjuti penyelidikan epidemiologi di sekitar kontak, Kita usut dari mana dia datangnya difteri, dan di desa tersebut tidak ada yang sakit, difteri kemungkinan diduga dari Cilacap, karena penderita tersebut berpergian ke Cilacap,” ia menambahkan.

Untuk tidak menular kemana – mana lanjutnya, Pemkab akan memberikan imunisasi tambahan atau imuniasasi ulang kepada penderita KS yaitu ORI (Outbreak Respons Immunization), dan semua orang yang ada di desa penderita atau orang yang kontak dengan penderita, yang akan di berikan kepada orang  dari usia 1tahun sampai dewasa dimunisasi.

“ Hari ini sudah mulai bergerak memberikan  imuniasa, untuk umur kurang dari 5 th diberikan vaksin DPT, HB, HIB dan untuk umur 5 th sampai 7 th vaksin DT, umur 7 tahun sampai dewasa TD supaya tahan terhadap kuman difteri,” kata dia.

 

Waspada Dini Difteri

Dijelaskan  bahwa Pemkab Batang telah menyiapakan rumah  sakit untuk penderita difteri yaitu Rumah Sakit Daerah Limpung, dan Rumah Sakit Daerah Kalisar Batang, kedua rumah sakit tersebut telah memiliki ruang siolasi.

“ Namun ruang isolasi tersebut tidak seperti RS Karyadi yang benar terisolir, dua rumah sakit milik Pemkab tersebut sudah ada ruang isolasi, yaitu ruang kelas satu yang hanya orang tua yang boleh masuk dengan menggunkan masker dan alat pelindung diri,” jelasnya.

Dan karena Batang hanya ada satu penderita difteri ringan jadi belum menetapkan KLB ( Kejadian Luar Biasa ), namun hanya  statusnya waspada dini karena kontak di sekitarnya tidak ada yang menderita difteri.

Dr, Hidayah Basbeth juga menghimbau agar masyrakat mengenali tanda – tanda penderita difetri yaitu demam ringan, tanda mirip infeksi akut tidak mau makan, nyeri menelan, 1-2 hari akan timbul membaran melekat putih kelabu menutupi tonsil dan dinidng faring dan meluas ke rongga mulut, pembengkakan jaringan lunak leher/bull neck/ leher sapi, Suara serak, ngeces, riwayat imunisasi tidak lengka.

“ Kami himbau kepada orang tua untuk mencegah difteri dengan memberikan imunisasi kepada anaknya secara lengkap, dan imunisasikan anak di Puskesmas atau tempat – tempat atau kilik resmi milik Pemerintah, karena di tempat lain kami tidak menjamin keaslian vaksin imunisasi tersebut,” pungkasnya. (MAQ/NUG)

 

LEAVE A REPLY