Tertutup Tanah Longsor, Jalan Penghubung Sirampog-Bumijawa Sempat Lumpuh

Tertutup Tanah Longsor, Jalan Penghubung Sirampog-Bumijawa Sempat Lumpuh

137
0
BERBAGI

BREBES, Panturapost.com – Jalan raya di Desa Batursari, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Sekira 23.35 WIB, Selasa, 26 Desember 2017, kembali terjadi longsor. Akibat kejadian ini, jalan penghubung Desa Batursari-Bumijawa ini tidak dapat dilalui karena tertutup longsor.

Berdasarkan informasi yang didapat, lokasi tebing sama dengan kejadian longsor beberapa waktu yang lalu. Diperkirakan tebing memiliki tinggi 5 meter.

Muspika yang terdiri dari Anggota Koramil Sirampog, Desa, dan pihak terkait lainnya baru bisa membersihkan material longsor sekira Pukul 12.20 WIB, Rabu 27 Desember 2017. Pembersihan material longsor juga dilakukan dengan menggunakan alat keruk. Beruntung tidak ada korban jiwa dan kerugian materiil.

Kepala Desa Batursari Hadi Sutrisno kepada Panturapost.com mengungkapkan, peristiwa longsor disebabkan karena turunnya hujan deras. “Sebelum longsor, turun hujan deras disertai petir yang cukup lama. Namun kali ini material longsor selain tanah, juga ada potongan pohon pinus,”katanya.

Dikatakan, hujan deras terjadi tepatnya sejak Selasa siang hingga malam hari. Selain itu, tebing juga kerapkali menjadi langganan longsor.

“Kalau pengalaman sebelumnya memang di lokasi itu sering longsor. Terutama saat musim hujan. Bisa lebih dari sekali terjadi longsor,” tandasnya.

Akibatnya, Jalan Provinsi penghubung Desa Batursari-Sigedong sempat tidak dapat dilalui kendaraan selama berjam-jam.

Padahal, lanjut Hadi, jalan tersebut ruasnya sudah dilebarkan. Ditambah juga sudah dibuatkan saluran air pada satu sisi jalan.

“Kalau menurut saya, selain curah hujan yang tinggi,longsornya tebing disebabkan karena adanya aktivitas warga sekitar yang menggarap lahan di atas tebing,” jelas dia.

Untuk menghindari terjadinya longsor, Hadi pun meminta agar warga lebih mengurangi aktivitas garapan di atas longsor. Selain itu, pada lokasi agar dibuatkan papan peringatan rawan longsor dari pihak terkait.

“Karena tanah di atas longsor itu rata-rata ditanami tanaman yang bukan sebagai resapan air,”pungkasnya.(Sul)

LEAVE A REPLY