Ini Penyebab Mega Proyek RSUD Brebes Senilai Rp 43.3 Miliar Molor

Ini Penyebab Mega Proyek RSUD Brebes Senilai Rp 43.3 Miliar Molor

455
1
BERBAGI
Bupati Brebes Idza Priyanti melakukan sidak di proyek bangunan RSUD Brebes tahap II (panturapost.com/nugroho)

Panturapost.com, Brebes – Bupati Brebes Idza Priyanti melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke mega proyek tahap II pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes senilai Rp 43,3 Miliar, Selasa 2 Januari 2017.

Pasalnya, pembangunan RS tahap II itu molor dari jadwal atau target awal yang selesai pada akhir tahun 2017 lalu. Hingga memasuki minggu pertama di awal tahun 2018 ini mega proyek masih belum rampung atau masih dalam tahap finishibng.

Selain mengecek kontruksi bangunan berlaintai lima itu, Bupati Idza Priyanti juga didampingi Direktur RSUD Brebes drg Oo Suprana juga memeriksa satu per satu ruangan yang nantinya akan digunakan untuk bangsal operasi tersebut.

Tak hanya itu, Idza juga langsung menegur kontraktor yang melaksanakan pekerjaan tersebut, karena progresnya tidak sesuai yang diharapkan.

“kita sudah ketahui bersama, kita cek langsung bangunan RSUD tahap II ini, dan ternyata memang belum selesai. Saya juga tadi tanya langsung sama kontraktornya, mereka berjanji akan menyelesaikannya dalam waktu 15 hari ke depan atau paling tidak sebulan kedepan sudah bisa digunakan,” ucap Idza Priyanti.

Bangunan lima lantai pada proyek tahap II itu, kata Idza,  nantinya yang akan dioperasionalkan terlebih dahulu adalah lantai lima untuk ruang operasi. Di lantai lima itu ada sebanyak 12 ruang operasi yang masih butuh perapian atau finishing serta kelengkapan intalasi untuk alat-alat kedokteran.

 

Penyebab Proyek Molor 

Sementara itu,  Direktur RSUD Brebes, dr Oo Suprana menyebitkan, sesuai rencana pembangunan proyek RSUD Brebes itu harus sudah selesai pada 31 Desember 2017. Ia mengakui, jika terjadi kendala teknis hingga akhirnya menyebabkan keterlambatan.

”Dan juga pihak kontraktor telah meminta penambahan waktu selama 50 hari ke depan dengan konsekuensi dikenai denda 1/1000 persen per harinya dari nilai kontrak. Namun kontaktor berjanji pekerjaan akan segera selesai dengan waktu tambahan hanya 15 hari kedepan atau pada pertengahan bulan Januari ini,” ucap Oo Suprana.

Menurut dia, molornya pekerjaan ini dikarenakan kedatangan tiang pancang yang juga mengalami keterlambatan hingga tiga minggu lebih, hal itu akhirnya berpengaruh terhadap pekerjaan lain.(MAQ/NUG)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY