Kebijakan PNS Borong Bawang Merah Tak Menyelesaikan Persoalan, Kok Bisa?

Kebijakan PNS Borong Bawang Merah Tak Menyelesaikan Persoalan, Kok Bisa?

144
0
BERBAGI
Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Agung Widyantoro memberikan bantuan alat pertanian kepada warga Desa Kebonagung Jatibarang (panturapost.com/nugroho)

Panturapost.com, Brebes – Anggota DPR RI fraksi Partai Golkar, Agung Widyantoro menyebut jika kebijakan Bupati Brebes Idza Priyanti yang meminta ASN membeli bawang merah dengan harga per 2 kg seharga Rp 36 ribu dinilai tak menyelesaikan persoalan.

“Sekarang begini, berapa banyak ton bawang merah yang panen saat ini. Jumlahnya kan berbanding jauh. ASN saja disini hanya sekitar 12 ribu orang. Maka jika dikalikan dengan hasil produksi hanya mencapai 24 ton saja. Padahal saat ini hasil panen raya petani bawang merah mencapai ribuan ton,” ucap Agung Widyantoro disela penyerahan bantuan alat pertanian di Desa Kebonagung Kecamatan Jatibarang, Rabu 3 Januari 2018.

Berdasarkan data Dinas Pertanian Brebes, akhir bulan Desember hingga awal bulan Januari 2018 ini sudah sekitar 3800 hektar lahan bawang merah dipanen. Hasilnya pun jika di rata-rata 1 hektare menghasilkan antara 7 hingga 8 ton. Sehingga hasil panen mencapai 26 ribu ton lebih.

“Maka jumlah produksi bawang merah  melimpah atau surplus cukip banyak. Hal itulah yang berpengaruh pada harga bawang anjlok. Apalagi disejumlah daerah juga panen bawang,” ungkapnya.

Agung menyebut, persoalan anjloknya bawang merah itu harus segera dibenahi terkait mekanismenya. Sehingga, harga bawang merah disaat massa panen tetap stabil dan tak merugikan petani.

“Kalau Bupati minta ASN borong bawang merah itu bukan solusi yang pas atau saya kira kurang efesien. Itu hanya jangka pendek saja. Apalagi kan jumlahnya terbatas, tapi paling tidak hanya meringankan sejumlah petani,” jelasnya.

Terlebih, akhir bulan Januari 2018 ini ribuan hektare lahan di 11 Kecamatan sentra bawang merah memasuki panen raya pertama di tahun baru ini.

“Sekarang saja harga sudah merosot tajam. Apalagi nanti akhir bulan Januari 2018 ini akan panen raya yang lebih besar. Bisa saja harga semakin terjun bebas. Jadi harus ada upaya dari pemerintah untuk menolong para petani,” dia memungkasi. (MAQ/NUG)

LEAVE A REPLY