Harga Anjlok, Giliran TNI di Brebes Borong Bawang Merah Rp 15 Ribu...

Harga Anjlok, Giliran TNI di Brebes Borong Bawang Merah Rp 15 Ribu per Kg

168
0
BERBAGI
Harga Anjlok, Giliran TNI di Brebes Borong Bawang Merah Rp 15 Ribu per Kg (foto: Kodim 0713/Brebes)

Panturapost.com, Brebes – Guna membantu dan meringankan beban para petani bawang di seluruh wilayah Kabupaten Brebes, keluarga besar Kodim 0713/Brebes berbondong-bondong membeli hasil panen petani sebesar Rp. 15.000 sampai 18.000,- per kilogramnya.

Hal ini sesuai instruksi dari Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono, yang merespon Surat Edaran (SE) Bupati Brebes tanggal 2 Januari 2018 yang dikirimkan ke semua Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) beberapa hari yang lalu guna menyikapi anjloknya harga bawang merah yang sangat merugikan para petani.

Dalam surat edaran tersebut menginstruksikan kepara para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Brebes untuk membeli bawang merah pateni secara langsung minimal sebanyak dua kilogram, sedangkan rencananya aksi para ASN, keluarga besar Kodim 0713/Brebes dan Polres Brebes dalam memborong bawang merah tersebut akan dilakukan mulai Rabu 3 Januari 2018 kemarin.

Dalam surat edaran itu juga ditegaskan bahwa aksi besaran pembelian bawang merah perkilogramnya adalah sebesar delapan belas ribu rupiah, dan harga tersebut merupakan harga di atas rata-rata harga pasaran yang saat ini berkisar pada angka Rp. 4.000,- perkilogramnya.

Seperti yang dilakukan Danramil 04/Tanjung Kodim 0713/Brebes Kapten Inf Muhtadi, dengan aksinya bersama dengan para Babinsanya membeli 138 kg dengan harga beli 15.000 rupiah/kg bawang merah pada Rabu 3 Januari 2018 murni merupakan rasa kepedulian TNI kepada para petani bawang merah Brebes.

Menurut Danramil 04/Tanjung Kapten Inf Muhtadi, dari hasil pantauan anggota dilapangan, didapati harga bawang merah umumnya dari kisaran Rp. 4.000 – 7000/kg. “Jika harga tersebut bertahan dalam beberapa hari kedepan, maka dapat dipastikan para petani bawang merah akan sangat merugi, jangankan mendapat keuntungan, untuk mengembalikan modal tanam saja tidak cukup”. bebernya.

Harga Anjlok, Giliran TNI di Brebes Borong Bawang Merah Rp 15 Ribu per Kg (foto: Kodim 0713/Brebes)

Rp 15 Ribu per Kg

 

Dandim 0713/Brebes Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, terjun kelapangan guna mengecek secara langsung kondisi yang dialami para petani bawang  dilapangan.

“Saya menghimbau kepada Babinsa Koramil jajaran dan keluarganya dalam beberapa hari kedepan, untuk aksi borong bawang merah dengan harga minimal 15.000 rupiah per kilogramnya sampai harga bawang mambaik, hal ini guna membantu para petani dan Pemkab Brebes, juga sebagai ladang amal ibadah kita sekaligus bumbu dapur dirumah,” ucap Hadi.

“Saya juga menghimbau dan berharap agar seluruh masyarakat Brebes khusunya yang pegawai, untuk melakukan hal senada dengan memborong bawang merah, kita bantu para saudara kita (petani bawang merah-red) melalui aksi borong seperti yang dilakukan oleh Koramil 04/Tanjung dan 01/Brebes dengan harapan dapat membantu para petani ditengah anjloknya harga bawang merah, sehingga tidak terlalu merugi. Selain itu dengan harga minimal Rp. 15.000-18.000,- perkilogram, diharapkan para petani kedepannya dapat menanam bawang lagi tanpa mengalami kerugian berarti. Musibah ini merupakan bersama, sedangkan dari data Pemkab Brebes, ada setidaknya 12.000 orang PNS/ASN di lingkungan Pemkab Brebes yang akan ditambah dengan anggota Kodim 0713/Brebes, Polres Brebes dan instansi lainnya untuk melakukan aksi borong bawang massal. Sesuai kalkulasi, jika 1 orang saja membeli dua kilogram, nantinya akan ada sekitar 24-30 ton lebih bawang merah dari petani yang terjual/terserap,” dia memungkasi.

Adapun kepedulian dari TNI, Polri dan jajaran Pemerintah Kabupaten Brebes ini mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari para petani bawang merah serta masyarakat pada umumnya. Harapannya adalah, kondisi harga bawang merah beberapa hari kedepan terdongkrak naik dan meringankan atau sekedar mengembalikan modal para petani guna menanam bawang kembali. (MAQ/AAN/NUG)

LEAVE A REPLY