Demo Soal Cantrang, Nelayan Tegal Sebut Menteri Susi Kentir dan Ora Mikir

Demo Soal Cantrang, Nelayan Tegal Sebut Menteri Susi Kentir dan Ora Mikir

771
0
BERBAGI
Demo nelayan menentang kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (Foto: Irsyam Faiz)

TEGAL, Panturapost.com – Ribuan nelayan di Kota Tegal kembali turun ke jalan menentang kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti soal larangam cantrang, Senin, 8 Januari 2017. Mereka berkumpul kompleks pelabuhan Jongor Kelurahan Tegalsari, Kota Tegal.

Dalam aksi tersebut, mereka menggelar mimbar bebas. Satu per satu perwakilan nelayan naik podium menyuarakan aspirasinya. Mereka membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan.

Para nelayan juga menyanyikan lagu sindiran kepada Menteri Susi yang telah menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) nomor 71 tahun 2016 soal pelarangan cantrang. Mereka menyanyikan lagu lir ilir yang liriknya telah diplesetkan. Dalam lagu itu mereka menyebut Menteri Susi kentir atau Gila dan ora mikir atau tidak berpikir.

Lir Ilir.. Lir ilir.. Nelayan ketar ketir.. Gara-gara Susi Kentir… Gawe permen ora mikir..” demikian bunyi lagu tersebut yang dinyanyikan serentak oleh ribuan nelayan. Para nelayan menilai, kebijakan menteri Susi telah menyengsarakan mereka.

Para nelayan juga memblokade jalan lingkar utara (jalingkut). Mereka membakar sejumlah ban bekas di tengah jalan.

Ketua Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) Susanto mengatakan, aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan nelayan terhadapĀ  kebijakan pemerintah. Aksi ini dilakukan serentak di sejumlah daerah seperti Rembang, Lamongan, dan sebagainya.

Mereka mendesak Presiden Jokowi untuk membatalkan Permen soal larangan Cantrang yang diterbitkan Susi. Selain itu, berbagai cara sudah dilakukan nelayan, seperti melakukan uji petik bersama akademisi dan pakar. Hasilnya, cantrang tidak aman digunaka dan tidak merusak ekosistem laut.

Karena itu, pihaknya meminta pemerintah melakukan uji petik serupa bersama nelayan. Ini agar keputusan pelarangan cantrang tidak terkesan sepihak. “Kalau memang benar cantrang merusak, buktikan dengan melakukan uji petik secara independen,” kata Riswanto, nelayan lainnya.

Menurutnya, jika tuntutan tidak dipenuhi pihaknya berencana melakukan aksi lanjutam secara nasional pada 17 Januari 2018. “Kami membuat petisi tuntutan kepada Presiden Jokowi,” katanya. (Rhn)

LEAVE A REPLY