Alat Tangkap Cantrang Dilarang, Nelayan di Tegal Mulai Merasakan Dampaknya

Alat Tangkap Cantrang Dilarang, Nelayan di Tegal Mulai Merasakan Dampaknya

624
0
BERBAGI
Kondisi terkini kapal cantrang Kota Tegal. (Foto: PNKT)

TEGAL, Panturapost.com – Para nelayan dan pemilik kapal di Tegal, Jawa Tengah mulai merasakan dampak pelarangan cantrang oleh pemerintah. Ratusan kapal nelayan cantrang dengan berbagai ukuran mangkrak di Pelabuhan Kota Tegal.

Para nelayan dilarang melaut karena mulai tanggal 1 Januari 2018 kapal kapal cantrang sudah tidak lagi mendapatkan izin operasi dan perpanjangan SIPI. “Di sejumlah daerah kapal cantrang dilarang beroperasi melaut, itu bukan karena faktor cuaca, tapi karena izinnya tidak keluar. Akhirnya para nelayan terpaksa ditambatkan di pelabuhan,” kata Riswanto, pengurus Paguyuban Nelayan Kota Tegal, Sabtu, 13 Januari 2018.

Sejak pemerintah mulai menerapkan Permen 71 tahun 2016 soal larangan alat cantrang, dampak sosial ekonomi masyarakat khususnya pemilik kapal, nahkoda dan abk sudah mulai dirasakan. Sentra perikanan di sejumlah daerah mulai sepi dari aktifitas bongkar muat ikan yg di daratkan dikawasan TPI.

Sebelum ada pelarangan cantrang, di sentra perikanan sangat ramai oleh aktivitas bongkar muat ikan yang merupakan hasil tangkapan para nelayan kapal cantrang. Mata rantai perekonomian masyarakat nelayan berjalan, semua sektor bergerak dan beroperasi karena bahan baku pengolahan yg mereka butuhkan tersedia.

“Dari para buruh penarik gerobak dan becak ikan, tengkulak ikan, tempat pengolahan ikan fillet dan cold storage dikawan TPI dan pelabuhan semua berjalan, bekerja dan beroperasi, perekonian masyarakat hidup,” katanya.

Riswanto mengatakan, di Kota Tegal, ada kurang lebih 600 kapal cantrang yg sudah menganggur dari pertengahan bulan Desember 2017. “Para pemilik kapal menambatkan kapal kapal cantrangnya.”

Catatan di Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), kata dia, sementara ini 101 pemilik kapal dengan nilai pinjaman Rp. 70,13 Milyar. Mereka menggantungkan modal usaha pembuatan kapal perikanannya khususnya di kapal cantrang dari pinjaman perbankan.

“Para pemilik setiap bulanya harus mengangsur kreditnya di sejumlah bank antara Rp. 30-40 juta, dengan bunga satu (1) persen selama jangka waktu 3-4 tahun sebagai agunan dan jaminan adalah sertifikat rumah mereka,” ungkap dia. (Rhn)

 

LEAVE A REPLY