Ini Alasan Ratusan Warga Paguyangan Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

Ini Alasan Ratusan Warga Paguyangan Dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

258
0
BERBAGI
Ratusan warga di tujuh desa di Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah menyatakan sikap terkait rencana aksi demo belasan ribu orang yang menolak keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTB) Baturraden berkapasitas hingga 150 megawatt oleh pelaksana proyek PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) yang berlokasi di Kabupaten Banyumas (panturapost.com/nugroho)

Brebes, Panturapost.com – Sejak keberadaan PT SAE atau pelaksana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi PLTPB) Baturraden, sekitar 600 warga di 7 Desa juga telah terserap menjadi pekerja PT SAE. Mereka khawatir jika proyek pemerintah pusat yang merupakan program listrik nasional Presiden Joko Widodo mandek akan membuat ratusan warga menganggur atau kehilangan pekerjaan.

“Dari 600 warga yang saat ini bekerja di proyek panas bumi itu, mereka nggak mau sampai proyek itu mandek. Takut kalau berhenti, nanti warga banyak yang menganggur. Dan juga mereka juga punya keluarga,” ucap Kepala Desa Pandansari Paguyangan Kamdo usai pernyataan sikap menolak terkait rencana aksi demo besar-besaran di Desanya terkait penolakan keberadaan PLTPB Baturraden, Selasa 16 Januari 2018.

 

Pemuda Siap Mati Hadang Aksi Demo 12 Orang di Desa Pandansari

Hal senada diungkapkan Riyono (29) pemuda Desa Pandansari. Ia mengaku siap mengamankan Desanya agar takdijadikan tempat aksi demo 12 ribu orang.

“Kami warga dan pemuda disini siap hadang aksi demo belasan ribu orang itu. Ini Desa kami. Pak lurah juga sudah menolak mereka yang minta ijin demo disini,” ucap Riyono.

Ia pun menilai proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi itu dapat membantu mengangkat perekonomian warga setempat.

“Ini program pemerintah untuk kepentingan nasional. Warga disini juga terbantu kok dengan adanya proyek itu. Kondisinya juga nyaman saja, makanya kalau ada aksi demo seperti itu kami siap jaga desa kami sampai mati,” tegasnya. (MAQ/NUG)

LEAVE A REPLY