Dua Mahasiswa UNDIP Tersesat di Hutan Linggoasri Pekalongan, Nasibnya?

Dua Mahasiswa UNDIP Tersesat di Hutan Linggoasri Pekalongan, Nasibnya?

322
0
BERBAGI
Sedikitnya dua mahasiswa Fakultas Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang dilaporkan hilang pada, Minggu (21/1) kemarin di areal hutan di pegunung Linggoasri Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. (Foto: doc Humas Polres Pekalongan)

Panturapost.com, Pekalongan – Sedikitnya dua mahasiswa Fakultas Geologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang dilaporkan hilang pada, Minggu (21/1) kemarin di areal hutan di pegunung Linggoasri Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Senin (22/1) siang ini, dua mahasiswa yang dilaporkan hilang  telah ditemukan tim SAR Gabungan dalam kondisi selamat. Adapun kedua mahasiswa itu bernama Sebia Rahayu (20) asal Kabupaten Pati dan Andika (20) warga asal Padang Sumatera Barat.

Informasi yang diterima panturapost.com, kedua mahasiswa UNDIP sebelum dilaporkan hilang semula mengadakan kegiatan pemetaan geologi di wilayah hutan perbatasan Linggoasri  semula berjumlah 10 orang.

Untuk kemudian kedua korban melakukan chat temannya minta tolong karena tersesat ditengah hutan perbatasan Linggoasri Kecamatan Kajen, pada hari Minggu 21 Januari 2018 sekitar pukul 16.54 WIB.

Namun, pada saat dihubungi temannya melalui HP korban masih aktif dan HP korban tidak aktif pada Jam 18.00 WIB.

“Kemudian teman korban lapor ke Polsek dan BPBD Kab Pekalongan,” ucap Kabag Humas Polres Pekalongan AKP M Dahyar, Senin 22 Januari 2018.

Untuk kemudian, dilakukan koordinasi dengan Polsek, Koramil, BPBD, PMI Kab Pekalongan, dan Perhutani.

“Malam itu juga kami langsung mengadakan pencarian dilokasi untuk menyisir hutan. Korban baru di ditemukan Senin (22/1) pagi tadi sekitar pukul 05.00 WIB,” ungkapnya.

Dirawat di RSUD Karanganyar 

Ia menuturkan, kedua korban atau mahasiswa yang sempat hilang itu sedang melaku penelitian batuan longsor di daerah gunung lumping.

“Mereka mengambil rute Bedagung-Brengkolang-Gutomo. Sekitar pukul 16.54 WIB kemarin korban kontak terakhir terjebak hujan di hutan. Sampai jam 21.00 korban belum kembali ke posko, sehingga teman korban melaporkan ke BPBD jam 23.50 WIB,” kata dia.

Dahyar menyatakan, tim BPBD bersama PMI, TNI, POLRI cek lokasi sampai 01.00 WIB dini hari.

“Setelah melakukan pemetaan dan navigasi sampai jam 04.00 WIB. Korban ditemukan pagi ini oleh warga bedagung dan tim SAR Gabungan,” ungkapnya.

Kedua mahasiswa itu, lanjut dia, saat ini masih di rawat di RSUD Karanganyar untuk memulihkan kondisi kesehatanya yang mengalami dehidrasi.

“Setelah kedua mahasiswa di evakuasi oleh warga, untuk selanjutnya dirawat di RSUD Karanganyar,” pungkasnya. (MAQ/NUG)

LEAVE A REPLY