Cerita Bocah 8 Tahun di Tegal Selamat Setelah Terjatuh dari Jembatan Gantung

Cerita Bocah 8 Tahun di Tegal Selamat Setelah Terjatuh dari Jembatan Gantung

239
0
BERBAGI

TEGAL – Seorang bocah di Tegal, Lulu Khumaira, terjatuh ke sungai dari jembatan gantung, yang berada di Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Minggu (1/2). Dia terjatuh akibat jembatan gantung warna warni tersebut berlubang karena kondisi sudah rapuh.

Beruntung nyawa korban selamat karena terjatuh di air dan tidak mengenai bebatuan. Hingga Senin (2/4) sore, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit umum daerah (RSUD) dr. Soesilo Slawi. Siswi kelas tiga SD Negeri 1 Bukateja, Kecamatan Balapulang, itu menjalani perawatan intensif di Ruang Bougenvil.

Kejadian tersebut berawal saat korban bersama adik dan ayahnya jalan-jalan berkreasi mengisi libur akhir pekan di jembatan gantung tersebut. Saat melintas di jembatan, Purwanto, ayah korban kakinya merasakan gatal gatal. Purwanto pun melepaskan genggaman anaknya untuk menggaruk kakinya. Namun, selang berapa menit, ia mendengar anaknya menjerit dan sudah jatuh ke bawah.

“Waktu itu lagi jalan-jalan sama anak. Lalu kaki saya gatal, sementara pegangan saya ke anak lepas. Tiba-tiba anak saya sudah di bawah,” katanya.

Melihat anaknya terjatuh, ia pun berlari sambil menggendong anaknya yang satu lagi dan turun ke sungai. Meski ketinggian jembatan mencapai delapan meter, namun korban tidak mengalami luka serius. Saat kejadian korban jatuh ke dalam air dan tidak mengenai bebatuan besar. Bocah tersebut hanya mengalami luka memar di punggung dan tangan kiri terkilir.

Menurut dia, dari awal melewati jembatan tersebut, dia merasakan konstruksi yang sudah rapuh. Karena itu, dia berharap jembatan itu segera diperbaiki agar tidak terjadi peristiwa yang sama.

“Jembatannya memang sudah rapuh. Dari awal jembatan sudah rapuh. Saya minta segera diperbaiki. Memang masuk lubang,” katanya.

Jembatan gantung dengan panjang 273 meter dan lebar satu meter itu membentang di Sungai Gung. Di sana memang kerap menjadi tempat tujuan untuk mengisi liburan. Karena jembatan tersebut dicat berwarna-warni dan berada di alam yang sejuk, sehingga banyak menarik pengunjung yang datang.

Jembatan yang menghubungkan Desa Danawarih dengan Sangkanjaya, Kecamatan Balapulang belum dikelola untuk dijadikan tempat wisata meski selalu didatangi pengunjung. (Syf)

Berita ini sudah tayang di Panturapost.id

LEAVE A REPLY