Hari Pertama Operasi Patuh Candi, Ratusan Pengendara di Brebes Kena Tilang

Hari Pertama Operasi Patuh Candi, Ratusan Pengendara di Brebes Kena Tilang

1010
0
BERBAGI
%
Ilustrasi. Razia Cipta Kondisi di Jalan Ahmad Yani, Brebes, Rabu, 16 November 2016.

BREBES – Ratusan pelanggaran lalu lintas berbuah penindakan tilang di hari pertama Operasi Patuh Candi 2018 yang digelar Jajaran Satlantas Polres Brebes, Kamis, 26 April 2018. Rata-rata pelanggaran dilakukan oleh pengendara kendaraan roda dua (sepeda motor).

“Untuk hari pertama Operasi Patuh Candi 2018 kemarin, penindakan tilang sebanyak 354. Kemudian teguran diberikan kepada 84 pengendara kendaraan,” ucap Kasatlantas Polres Brebes, AKP Moch Rikha Zulkarnaen, Jumat 27 April 2018.

Adapun Operasi Patuh 2018. Operasi yang akan dilaksanakan 26 April hingga 9 Mei mendatang menyasar tujuh poin pelanggaran. Di antaranya, pengemudi yang menggunakan HP, melawan arus, pengendara di bawah umur, pengemudi roda empat yang tidak menggunakan safety belt.

“Kita juga akan menindak pengemudi yang menggunakan helm yang tidak berstandar SNI, pengemudi yang mabuk dan pengemudi yang mengendari kecepatan tinggi,” ia menambahkan.

Menurut dia, adanya operasi patuh ini diharapkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi setiap rambu lalu lintas lebih baik. Selain itu juga, operasi ini untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas. “Dalam penindakan kali ini (operasi patuh) akan lebih banyak penindakannya. Serta memberikan peringatan pada pengemudi agar selalu berhati-hati dalam berkendara,” ungkapnya.

Untuk memastikan kesiapan pelaksanaan, pihaknya telah menggelar pasukan di Mapolres Brebes, beberapa hari yang lalu. Diharapkan, apel pasukan diharapkan bisa memaksimalkan pelaksanaan operasi kali ini.

“Jadi kita tahu kesiapan anggota dalam pelaksanaan operasi patuh kali ini. Dan bisa sesuai dengan tujuan serta sasaran yang diharapkan selama pelaksanaan operasi,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Brebes AKBP Sugiarto meminta kepada masyarakat untuk selalu patuh dalam berkendara. Tidak hanya saat pelaksanaan operasi patuh saja, melainkan dikehidupan sehari-hari masyarakat diminta untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas yang ada.

“Jadi diharapkan pengendara jangan patuhnya saat ada operasi saja. Tapi ya harus bisa dilaksanakan setiap hari, karena keselamatan sebelum atau sesudah berkendara itu lebih utama dibanding lainya,” pungkas dia.

Reporter: Fajar Eko Nugroho

 

LEAVE A REPLY