Di Balik Kisah Siswi Cantik Penjual Jamu di Pekalongan yang Viral di...

Di Balik Kisah Siswi Cantik Penjual Jamu di Pekalongan yang Viral di Medsos

355
0
BERBAGI
Opy Windasari, gadis asal Pekalongan yang viral di media sosial menjual jamu. (Foto: Istimewa)

PEKALONGAN, Panturapost.com – Seorang siswi di Kota Pekalongan, Jawa Tengah menjadi perbincangan hangat di media social beberapa hari terakhir ini. Remaja berparas cantik ini melakukan aktivitas yang tak lazim dilakukan pelajar perempuan seusianya. Aktivitasnya itu direkam dan diunggah di media sosial facebook. Tak disangka, unggahan itu mendapat respons luar biasa hingga dibagikan ribuan kali.

Lalu siapakan gadis itu? Mengapa dia menjual jamu?

Ya, namanya adalah Opy Windasari. Dia terpaksa menjadi bakul jamu keliling untuk menggantikan ibunya yang tengah sakit. Setiap hari dia harus berkeliling kampung sejauh 10 kilometer dengan sepeda onthel. Meski begitu, dia tetap senang karena bisa membantu orang tua dan sekaligus mengisi aktivitas di masa liburan sekolah.

Opy adalah pelajar kelas XII Madrasah Aliyah Hidayatul Atfal Banyurip, Kecamatan Pekalongan selatan, Kota Pekalongan, Jawa tengah. Setiap pagi, dengan menggunakan sepeda onthelnya, Opy berkeliling menjual jamu yang ia racik sendiri di rumahnya. Dia sengaja berjualan jamu keliling mencari rezeki menggantikan ibunya yang tengah sakit.

Meski dilibur sekolah pada masa perayaan natal dan tahun baru, dia tidak bisa berkunjung ke tempat wisata atau bermain dengan teman temannya. Opy mengaku senang, sebab, dia bisa mengisi waktu liburan dengan hal hal yang positif dan bermanfaat. “Dengan begini saya bisa merasakan betapa susahnya perjuangan ibunya mencari rezeki untuk menafkahi anak anaknya,” katanya saat ditemui, Jumat, 29 Desember 2017.

Opy mengisahkan, sebelum berkeliling kampung, setiap pukul tiga dini hari hingga pukul enam pagi, ia menyiapkan jamu, mulai dari mengumpulkan bahan bahan dan meraciknya sendiri hingga menjadi jamu siap jual. Jamu yang dijualpun beraneka macam, mulai dari jamu beras kencur, empu kunir, gula asem, suruh, pahit, sambiroto hingga jamu siap sedu.

Dia mengungkapkan, jamu racikannya merupakan resep turun temurun dari ibunya, Rubiyem. Banyak  warga yang menyukai jamu racikan tersebut. Terutama warga yang tengah berada di pasar Banyurip. Setelah berbelanja, sejumlah warga menyempatkan diri menikmati jamu racikanya. Menurut warga, jamu buatan Opy rasanya enak dan terasa khasiatnya.

“Ya biasa ketemu disini sama keluarga. Alhamdulillah enak, badan enteng.  Jamu lain kan kadang kadang pakai bubuk jadi rasanya gak enak. Kalau ini kan ada beras kencur, kunir,” Tutur Lusiawati, salah seorang warga. (Rhn)

LEAVE A REPLY