Kisah Pemuda Belanda Naksir Gadis Pemalang Lewat Medsos Hingga Mau Jadi Mualaf

Kisah Pemuda Belanda Naksir Gadis Pemalang Lewat Medsos Hingga Mau Jadi Mualaf

1782
0
BERBAGI
Pemuda belanda menemukan cintanya di Bantarbolang, Pemalang. Dia terpikat dengan gadis setempat di lewat media sosia. (Foto: istimewa)

PEMALANG, Panturapost.com – Khumairoh, 27 tahun, tak pernah menyangka jodohnya berada di negeri sebrang nun jauh di sana. Seorang pemuda asal Belanda bernama Ray jatuh hati padanya dan bersedia hidup bersama dengan gadis asal Desa Pegiringan, Kecamatan Bantarbolang, Pemalang itu.

Selasa (19/9) Khumairoh dilamar oleh Pemuda asal negeri Netherland itu. Kisah keduanya berawal dari media sosial. Saat itu, mereka berkenalan melalui media yang menjadi ajang cari jodoh bernama Asian Dating atau kontak jodoh se-asia. Tak disangka, keduanya cocok dan berujung temu darat. Mereka bertemu sekitar setahun yang lalu di Jakarta.

Khumairoh sendiri saat ini bekerja di sebuah perusahaan logistik yakni PT Capeni Logistik Kuningan Jakarta. Perusahaan tersebut beroperasi di bidang pengiriman barang impor dan ekspor dengan luar negeri. “Saat itu iseng kenalan lewat biro jodoh lewat Asian Dating atau kontak jodoh se Asia,” ujar Khumairoh.

Ray datang ke Indonesia pada tanggal 2 September 2017 dengan menggunakan paspor wisata dengan date experation nomor NYH3CDPPO. Lalu, pada Minggu 17 September 2017, Ray datang ke rumah gadis pujaan dengan maksud untuk memperkenalkan diri kepada orang tua Khumairoh.

Bahkan, dia rela untuk berkhitan sebagai syarat bagi muslim menjelang menikah. Proses khitan dilakukan di Klinik dokter Salahudin yang beralamat di Desa Sikuang Kecamatan Petarukan.

Rencananya, Ray akan kembali ke negaranya pada tanggal 29 September 2017 dengan alasan untuk mengurus persiapan pernikahan pada tahun 2018. “Sebelum menikah akan mengucapkan dua kalimat Syahadat untuk menjadi mualaf,” jelas Ray. (Rhn)

 

LEAVE A REPLY