Kisah Serma Saryo, Prajurit TNI Brebes yang Nyambi Jualan Telur Asin (1)

Kisah Serma Saryo, Prajurit TNI Brebes yang Nyambi Jualan Telur Asin (1)

314
0
BERBAGI
Aktivitas Serma Saryo, Prajurit TNI Brebes yang nyambi bisnis telur asin. (Foto: Irsyam Faiz/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Hidup sebagai prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) memang penuh resiko. Namun hal itu tidak sebanding dengan kesejahteraan yang didapatkan.  Saryo, seorang prajurit TNI berpangkat sersan mayor (Serma) memilih nyambi sebagai pembuat dan penjual telur asin, untuk menambah penghasilan.

Setiap siang menjelang sore, selepas bertugas di Koramil Wanasari Brebes, dia sibuk memproduksi telur asin di belakang rumahnya. Di balik tangan kekarnya, ternyata dia punya talenta membuat telur khas Brebes itu. Ribuan telur asin pun mampu dia buat dalam sehari.

Dia dibantu Sang Istri, Sri Hartati. Mereka berbagi tugas, Saryo yang meracik adonan dan melakukan pengasinan. Sedangkan Sri Hartati bagian pengepakan dan pemasaran. “Istri saya yang bawa ke pasar, dijual di sana,” ujar dia Serma Saryo saat ditemui di rumahnya, Rabu, 4 Oktober 2017.

Semua itu dia lakukan demi mendapatkan penghasilan tambahan. Sebab, mengandalkan pendapatan sebagai seorang prajurit, masih kurang.  Saryo enggan menyebutkan berapa gaji nya sebagai Prajurit TNI. Namun yang jelas, penghasilan dari menjual telur asin kadang lebih besar dari gaji TNI. “Ya untuk tambahan jajan anak-anak. Biaya sekolah anak juga,” kata dia.

Kesibukan Serma Saryo selepas bertugas di Koramil Wanasari, Brebes. (Foto: Irsyam Faiz/Panturapost.com)

Menjadi prajurit TNI sekaligus perajin telur asin sebenarnya memang menjadi keinginan dia sejak lama. Saat masih bertugas di Cianjur dan Sukabumi pada decade 1990-an, dia bercita-cita, ketika pulang kampung akan nyambi sebagai pengusaha telur asin.

“Kebetulan saat saya kecil saya sering angon (menggembala) bebek. Waktu itu pilihan dari orang tua hanya dua, pilih jadi tentara atau tukang angon bebek,” ucap dia mengenang masa lalunya.

Begitu pulang kampung di Brebes pada 2007, dia berusaha mewujudkan keinginannya itu. Saat itu, dia tak langsung menjadi pengusaha telur asin. Awalnya, dia menyuplai telur bebek ke penjual martabak, namun usaha itu tak bertahan lama.

Dia pun mencoba peruntungan baru dengan menjual telur mentah ke perajin telur asin. Tapi lagi-lagi gagal. “Setahun berikutnya pada 2008 baru saya coba bikin telur asin sendiri, Alhamdulillah malah itu yang laris. Sampai sekarang,” jelas dia. (Irsyam Faiz)

LEAVE A REPLY