Nyambi Bisnis Telur Asin, Berapa Penghasilan Tambahan Serma Saryo?

Nyambi Bisnis Telur Asin, Berapa Penghasilan Tambahan Serma Saryo?

218
0
BERBAGI
%
Aktivitas Serma Saryo, Prajurit TNI Brebes yang nyambi bisnis telur asin. (Foto: Irsyam Faiz/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Sersan Mayor (Serma) Saryo, prajurit TNI yang bertugas di Koramil Wanasari, Brebes memiliki pekerjaan sampingan sebagai pembuat dan penjual telur asin. Hal itu dia lakukan demi mendapatkan tambahan penghasilan. “Ya lumayan buat biaya sekolah anak. Buat jajan anak-anak,” kata dia saat ditemui di rumahnya di Desa Karanglo, Kecamatan Jatibarang, Brebes, Rabu, 4 Oktober 2017.

Saryo mengaku tak malu dengan apa yang dilakukannya. Menurutnya, selagi pekerjaan itu halal dan tidak melanggar aturan, dia akan menjalaninya. Apalagi, terjun ke bisnis telur asin memang sudah menjadi keinginannya sejak lama. “Daripada nyari sampingan yang tidak-tidak, yang neko-neko, mending di rumah bikin telur asin saja,” kata dia.

Lelaki berusia 48 tahun ini sudah lebih dari 25 tahun menjadi prajurit TNI. Dia pertama kali bertugas pada 1990 di Batalyon Infantri (Yonif) 327 Cianjur. Saat itu dia pernah ditugaskan di Papua dan Timor Timor.  Pada 2000, dia lalu pindah ke Yonif 310 Sukabumi hingga 2007 dan pindah tugas ke kampung halaman di Koramil Wanasari Kodim 0713 Brebes hingga sekarang. “Ya kira-kira sudah 10 tahun bikin telur asin, sejak pindah ke sini (Brebes),” ujar dia.

Dia mengaku penghasilan dari bisnis telur asin tak kalah besar dibanding gaji prajurit TNI. Dalam satu pekan dia bisa menghasilkan sekitar 5.000 butir telur asin. Saryo mengambil keuntungan sekitar Rp 300 hingga Rp 500 per butir. Jika demikian, penghasilan Saryo setiap minggu sekitar Rp 1,5 juta – 2,5 juta. “Kalau lagi lebaran ramai lagi, dalam waktu dua minggu bisa laku 48.000 butir. Ambil untungnya juga lebih besar RP 1.000 per butir,” katanya.

Di Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke -72 ini, Dia berharap kesejahteraan prajurit bisa lebih ditingkatkan. Sebab, menurutnya, sejak tiga tahun terakhir ini gaji prajurit TNI belum ada kenaikan. Selain itu, dia juga berharap TNI tetap netral dan tidak berpolitik. “TNI jangan mau terprovokasi, apalagi untuk berpolitik,” ujar dia. (Irsyam Faiz)

LEAVE A REPLY