Sepanjang 2017, Ada 1.200 ABK Indonesia di Luar Negeri Tak Terima Gaji

Sepanjang 2017, Ada 1.200 ABK Indonesia di Luar Negeri Tak Terima Gaji

218
0
BERBAGI
Ilustrasi ABK. (Foto: jakartagreater.com)

TEGAL, Panturapost.com – Anak buah kapal (ABK) Indonesia yang bekerja di luar negeri dinilai masih dipandang sebelah mata. Hingga saat ini, banyak di antara mereka yang tidak menerima hak-hak seperti keselamatan kerja  hingga kesejahteraan.

Sekretaris Jenderal Indonesian Fisherman Asosiation (INFISA) Jamaluddin Suryahadikusuma menyatakan, sebanyak 1.200 ABK Indonesia yang bekerja di luar negeri tidak menerima gaji. Jumlah itu sebagaimana kasus yang ditangani INFISA selama 2017 dari Januari-Desember.

“Kami menangani dan mengadvokasi permasalahan ABK Indonesia yang bekerja di luar negeri. Selama 2017 ini, setidaknya ada 1.200 ABK yang tidak mendapatkan gaji. Ini jumlah yang tidak sedikit,” kata Jamaludin, seusai mengisi acara Jaminan Sosial untuk Pekerja Migran di Hotel Bahari Inn Kota Tegal, Rabu, 27 Desember 2017.

Menurut Jamaluddin, dari 1.200 orang yang tidak menerima gaji tersebut, lebih dari separuhnya bekerja di kapal berbendera Taiwan. Kapal-kapal di Taiwan, menurut dia, memang terkenal kurang memberikan kesejahteraan kepada ABK. “Banyak juga ABK yang bekerja di kapal berbendera Cina yang tidak mendapatkan gaji. Kadang ada pemilik kapal yang sudah memberikan gaji, tapi agennya yang nakal,” jelas aktivis buruh migran ini.

Selain tidak mendapatkan gaji, kasus lain yang banyak dialami oleh ABK Indonesia yang bekerja di luar negeri adalah tidak ada jaminan ketika meninggal saat bekerja di tengah laut. Kasus ini menempati urutan kedua setelah tak terima gaji. Jumlahnya mencapai lebih dari 100 orang.

“Pekerjaan ABK ini kan sangat rentan soal keselamatannya. Banyak juga yang mengalami kecelakaan kerja dan mengalami cacat, mereka tidak tercover asuransi,” ujar dia.

Karena itu, INFISA berharap, pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan bisa ikut andil mengatasi persoalan ini. Pemerintah, menurutnya, harus membuat aturan khusus soal kepesertaan ABK di BPJS ketenagakerjaan.

Sementara itu, Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Poempida Hidayatullah menyatakan ABK di luar negeri sangat memungkinkan untuk bisa menjadi peserta jaminan sosial. Jika memang tertarik, lanjutnya, ABK bisa langsung mendaftar. Tapi, harus disesuaikan dengan kondisi jaminan yang ada saat ini. “Sebenarnya bisa saja. Tapi nampaknya belum ada yang mendaftar,” kata Poempida yang juga hadir dalam acara itu. (Irsyam Faiz)

 

LEAVE A REPLY