Mahasiswa UMUS Ancam Mundur Jika Qomar Tak Kembali ke Kampus

Mahasiswa UMUS Ancam Mundur Jika Qomar Tak Kembali ke Kampus

1847
0
BERBAGI
Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi, Muhadi, menemui mahasiswa yang demo di depan kampus UMUS Selasa, 21 November 2017. (Raihan/Panturapost.com)

BREBES, Panturapost.com – Ratusan mahasiswa Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) kembali menggelar aksi demo, Selasa, 21 November 2017. Mereka menuntut pelawak Nurul Qomar kembali memimpin kampus tersebut.

Mahasiswa bahkan mengancam akan mengundurkan diri secara serentak jika Qomar tak kembali jadi rektor. Mereka meminta kepada pihak yayasan untuk segera memanggir Qomar ke kampus. “Pak Qomar mau kembali lagi ke sini. Kembalikan rektor kami,” teriak salah seorang mahasiswa.

Dalam aksinya, mahasiswa kembali membentangkan spanduk dan poster berisi tuntutan. Beberapa di antaranya bernada satir dan sindiran. Seperti: ” Turunkan Mafia UMUS”, “Game Over #Mukson”, “lemah teles, gusti Allah sing bales” dan sebagainya.

Di tengah aksi itu, Ketua Yayasan Muhadi Setiabudi, Muhadi, datang menemui massa. Muhadi menjelaskan bahwa pengunduran diri Qomar merupakan kehendaknya sendiri. Pihak yayasan tidak ikut campur tangan.

Menurut Muhadi, keinginan Qomar mengundurkan diri sudah disampaikan kepadanya sejak empat bulan lalu. Saat itu, pelawak senior itu menemui langsung Muhadi. “Saya bilang kami masih membutuhkan Pak Qomar. Ini kan masih proses akreditasi. Nah ini sudah selesai akreditasi, beliau lalu mengajukan surat pengunduran diri.”

Surat itu, kata Muhadi, disampaikan pada 14 Novemver 2017. Saat itu, Wakil Rektor II Maksori yang datang langsung ke rumah Qomar di Cirebon untuk mengambil surat itu. “Sesuai isi surat itu Pak Qomar mengundurkan diri karena mau ikut Pilkada,” katanya.

Yayasan lalu menggelar rapat dan memutuskan Maksori sebagai pengganti Qomar. Hal itu sebagaimana rekomendasi dari surat pengunduran diri Qomar. “Di surat itu Pak Qomar menunjuk Pak Maksori jadi rektor,” katanya.

Mendapatkan penjelasan itu, mahasiswa tidak percaya dan buru-buru menunjukkan surat dari DPC Demokrat tertanggal 14 November 2017. Surat yang ditandatangani Ketua DPC Demokrat Kabupaten Cirebon itu berisi tentang pengunduran diri Qomar sebagai calon bupati Cirebon.

Namun, Muhadi mengungkapkan, keputusan yaaysan tidak bisa diganggu gugat. Karena itu dia meminta mahasiswa menerima apapun keputusan yayasan. “Keputusan yayasan tidak bisa diganggu gugat.”

Mendengar itu, mahasiswa lalu mengancam akan mundur serentak dari kampus. “Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan keluar dari kampus. Kampus harus memberikan surat pindah,” kata koordinator aksi Edy Nurjaya. (Rhn)

LEAVE A REPLY