Duh! Penganiayaan Mahasiswa Terjadi di Sebuah Kampus di Paguyangan Brebes

Duh! Penganiayaan Mahasiswa Terjadi di Sebuah Kampus di Paguyangan Brebes

3081
0
BERBAGI
Korban kekerasan, Sukron (Foto : Istimewa)

BREBES, Panturapost.com – Warga Kecamatan Paguyangan dihebohkan dengan kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di lingkungan kampus. M Sukron Ma’mun, 19 Tahun mahasiswa Semester 1 menjadi korban dugaan penganiayaan setelah dikeroyok oleh 10 teman kampusnya pada Senin, 11 Desember 2017.

Kronologi kejadian bermula ketika pihak keluarga menaruh curiga akan luka yang dialami korban ketika korban pulang ke rumah. “Sukron ketika pas pulang ke rumah pada Senin biasa saja, tidak cerita. Kebetulan pribadinya juga pendiam,” kata tante korban Divia Nurul Najah, Jumat, 15 Desember 2017.

Dia mengungkapkan, keluarga kemudian berkali-kali menanyakan perihal lukanya. Tepatnya dua hari setelah kejadian. “Sukron baru mau cerita pada Rabunya dan langsung laporkan ke yayasan,”ujarnya.

Dari keterangan korban, kata dia, terungkap sebelum dipukul, Sukron sempat disundut rokok dan muka disiram kopi panas. Merasa belum puas, para pelaku menginjak korban pada bagian punggungnya.

Abdul Chalim dan Divia Nuru Najah, Paman dan Tante Sukron Syok mendengar peristiwa penganiayaan (foto Sulbani/Panturapost.com)

Pihak keluarga, kata dia, pun mendesak untuk mengumpulkan para pelaku penganiayaan. Oleh keluarga dan yayasan kampus, seluruh pelaku kemudian dikumpulkan di kampus untuk dimintai keterangan.

“Salah satu pelaku HS dengan mengangkat tangan dan suara lantang mengakui bahwa dia yang menyundutkan rokok pada Sukron. Seperti tidak merasa berdosa,”kesalnya.

Sukron sempat diperiksa ke RSUD Bumiayu. Terungkap, tangan kanan dan hidung korban kemungkinan mengalami patah tulang. Sementara punggungnya mengalami retak. “Setelah mendengar keterangan Sukron kami langsung melaporkan ke kepolisian. Saat ini Sukron sedang divisum di RSOP Banyumas setelah ada rekomendasi visum dari kepolisian,” jelasnya.

Pihak keluarga pun meminta segera diselesaikan agar ada efek jera pada pelaku dan tidak terjadi lagi kejadian serupa. Hingga berita ini diturunkan, pihak kampus belum bisa dimintai konfirmasi. Adapun Kapolsek Paguyangan AKP Bowo Cipto Hadi ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. Namun, saat ini kasus tersebut yang awalnya aduan sedang diproses menjadi laporan.(sul)

LEAVE A REPLY