Libur Idul Adha, Ada yang Baru di Hutan Mangrove Pandansari Brebes. Apa...

Libur Idul Adha, Ada yang Baru di Hutan Mangrove Pandansari Brebes. Apa Itu?

1499
1
BERBAGI
@
Pengunjung wisata Hutan Mangrove Pandansari Brebes membludak saat libur lebaran, Kamis 29 Juni 2017. (Foto; Frasta Abdillah)

BREBES, Panturapost.com – Sebagai tujuan wisata baru, Hutan Mangrove di Brebes ini mempunyai daya tarik tersendiri. Saat libur tiba, tak sedikit para pelancong yang mengabadikan foto dengan background hamparan mangrove. Apa lagi, hadirnya tracking di dalam hutan bakau ini menambah magnet yang menyedot wisatawan bahkan hingga luar daerah.

Dalam libur panjang Idul Adha yang jatuh pada hari Jum’at 1 September 2017, merupakan saat dimana banyak wisatawan yang mengunjungi hutan mangrove Brebes tersebut. Lonjakan turis lokalpun tak ayal membuat pengelola harus memberikan pelayanan terbaik sehingga pengunjung merasa nyaman.

Ketua kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Wisata Mangrove Pandansari (Dewi Mangrove Sari) Mashadi menuturkan, menghadapi libur panjang Idul Adha kali ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan, diantaranya menyediakan tambahan perahu. “Untuk perahu kita tambahkan, dulu waktu Idul Fitri hanya 6 perahu, untuk saat ini ditambah 6 lagi, jadi kita punya 12 perahu untuk menghadapi lonjakan pengunjung”. Jelasnya.

Selain perahu, Mashadi mengatakan, tracking hutan mangrove juga sudah diperbaiki. “Sempat ada beberapa yang amblas, mungkin karena banyaknya pengunjung, jadi kami perbaiki, saat ini sudah siap dilewati,” kata Mashadi.

Salah satu pengunjung asal Pasarbatang Atik (40) yang datang bersama keluarganya merasa nyaman dengan pemandangan yang disuguhkan. “Hijau semua dan ini bagus untuk refresing, tadi juga naik ke gardu pandang,” jelasnya di sela-sela tracking.

Ditanya soal akses jalan, banyak dari pengunjung yang merasakan adanya perubahan akses menuju hutan mangrove. Salah satunya Tirto asal Losari, ia bersama keluarga sering berkunjung ke tempat itu.

“Gak kehitung mas, dan saya tahu persis perubahan nya, mulai dari tracking, hingga akses jalan dari pantura sampai hutan mangrove nya yang sekarang sudah halus semua,” terangnya saat menikmati makan siang.

Mashadi kembali menjelaskan makanan yang disajikan para penjual di dalam lokasi wisata juga terbilang standar seperti harga umumnya. “Mereka yang jualan sudah kami imbau untuk menjaga kualitas dan harga supaya seragam dan sama seperti harga di luaran dan sama juga seperti hari biasa,” jelasnya.

Untuk itu, dirinya menghimbau kepada pengunjung untuk tidak khawatir dengan harga makanan di tempat wisata tersebut. Saat libur panjang, tiket masuk wana wisata alam ini mengalami kenaikan namun tidak terlalu mahal.

“Saat ini tiket kami naikkan 5000, jadi kalau hari biasa 15.000, libur panjang kali ini menjadi 20.000, yang 5000 untuk pengembangan agar lebih baik lagi.”

Pria yang identik dengan baju serba hitam dengan ikat kepala itu menjelaskan, perkembangan wisata alam yang dikelolanya itu mengalami peningkatan cukup signifikan.

“Kami akan terus melakukan perbaikan di segala sisi, untuk menjadikan ini sebagai tempat favorit berwisata, kami juga mengucapkan terima kasih pada Pemkab Brebes yang sudah memperhatikan akses jalan, hingga diperbaiki dan sekarang sudah halus,” pungkasnya. (Fst)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY